Wikipedia
Hasil penelusuran
About Me
- Unknown
Tips Belajar Gitar bagi Pemula
11.25 |
Cara Bermaain Gitar
- Bagi kamu seorang pemula dalam bermain gitar yang
saat ini mempunyai niat untuk dapat pandai bermain gitar dan
ingin bisa mengiringi lagu-lagu yang disukai, pasang lah niat kamu dengan
sungguh-sungguh. Karena belajar bermain gitar
tidak hanya sekali atau dua kali mencoba mempelajarinya, tetapi butuh usaha dan
kesabaran untuk terus mempelajarinya. Namun kamu jangan khawatir, berikut akan
kami berikan tips agar kamu mudah dalam belajar bermain gitar :
1. Berdoa
Biasakanlah untuk berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing-masing sebelum melakukan sesuatu, karena setiap
manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan lah yang akan menentukan hasilnya. Walau
sekuat apapun usaha kita untuk mendapatkan sesuatu, namun jika Dia tidak
menghendakinya kita tetap saja tidak akan bisa.
2. Mempunyai Gitar
Ini adalah yang paling penting dalam
belajar bermain gitar, yaitu
kita harus mempunyai gitar yang akan dimainkan nanti. Jika gitar tidak ada akan
susah untuk mempraktekkannya langsung. Usahakan kita memilikinya, atau minimal
kita bisa meminjam kepada teman, tetangga, keluarga atau kerabat lainn yang
punya gitar, sehingga kita bisa rutin berlatih memainkannya. Jika sobat berniat
ingin membeli gitar akustik,
3.Menyetam Gitar
Untuk pemula menyetam gitar atau menyetel gitar bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan telinga yang terlatih melakukannya. Untungnya sekarang banyak gitar tuner dijual di toko-toko alat musik dengan harga murah, ini bisa kamu gunakan untuk di awal-awal belajar gitar. Selain menggunakan alat bantu ini (gitar tuner) masih banyak cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menyetam gitar. Contohnya kamu bisa menyocokkan nada senar dengan nada lain seperti piano atau alat musik lainnya. Dan di internet sudah ada gitar tuner online bisa kamu cari sendiri, yang intinya kamu harus tahu dulu nada nada pada masing-masing senar.
Senar 1 dipetik tanpa ditekan = E
Senar 2 dipetik tanpa ditekan = B
Senar 3 dipetik tanpa ditekan = G
Senar 4 dipetik tanpa ditekan = D
Senar 5 dipetik tanpa ditekan = A
Senar 6 dipetik tanpa ditekan = E
Untuk belajar menyetam gitar lebih dalam akan kita bahas pada postingan berikutnya. Jika kamu masih kesulitan, minta lah bantuan orang terdekat kamu yang pandai menyetamnya, sekarang yang lebih penting kamu tahu dasar chord atau kunci gitarnya dulu.
4. Tentukan Lagu
Untuk permulaan carilah lagu yang
chord atau kunci gitar nya yang mudah dan kamu tahu lagunya. Mudah maksudnya
disini adalah dalam lagu tersebut tidak terlalu banyak terdapat chord
didalamnya. Karena belum terbiasa bagi pemula akan sulit memindahkan chord
chord lagu tersebut. Dan cari juga lagu dengan chord gitar yang mudah dalam
menekannya.
5. Ikuti Panduan Chord
Anda bisa mempelajari kord atau
kunci gitar melalui berbagai media seperti buku lagu, via internet atau minta
ajrkan kepada teman atau guru.
6. Perhatikan Posisi Jari-jari
6. Perhatikan Posisi Jari-jari
Berusalah untuk melatih jari-jari
agar tidah menyentuh senar yang lain saat menekannya, karena ini akan
mempengaruhi bunyi nya nanti.
7. Hafal Chord
Setelah melihat panduan chord, hafal
lah chord chord lagu tersebut dan sering memainkannya. Biasakan jari-jari
lancar memindahkan dari satu chord ke chord yang lain.
8. Rutin Mengulanginya
Setelah kamu hafal chord chord dari
lagu tersebut, rajin-rajin lah memainkannya. Ini akan meningkatkan ingatan kamu
terhadap chord yang di mainkan dan melatih jari-jari biar kokoh menekannya.
9. Praktekkan Dengan Lagu Yang Lain
Jika kamu sudah bisa menguasai 1
lagu, terus kembangkan dengan lagu lainnya. Luangkan waktumu untuk bermain gitar dengan
rutin agar tidak lupa dengan chord gitar yang sedah dipelajari.
Nah, bagaimana, mudah bukan? Jika
kamu tekun menjalaninya pasti cepat pandai bermain gitarnya. Sekian dulu tips bermain gitar bagi
pemula, Semoga dapat membantu teman-teman semua yang ingin beljar bermain gitar
secara dasar namun jika sudah mahir jangan ragu-ragu bagi ilmunya kepada yang
lain yang belum bisa bermain gitar.
Teknik Pengambilan Gambar Menggunakan Kamera Video
10.44 |
Teknik Pengambilan Gambar Menggunakan Kamera Video
Hal yang perlu diperhatikan
berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika
seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:
1.
Penguasaan terhadap perangkat
kamera yang akan digunakan.
2. Sebaiknya
mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book.
3. Pahami
kelebihan dan kekurangannya.
4. Setelah
paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang
bagaimana yang diinginkan.
5. Membuat
breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel
extension, dll.
6. Pastikan
baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan
dengan baik.
7. Dalam
kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan.
Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk
menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil
Seperti halnya pada
fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada
kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk
menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30
frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide),
dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan
diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.
Kamera jenis ini menyimpan data
gambar dan suara pada pita magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera :
·
Analog(AV)
Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.
Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.
·
Digital (DV)
Kamera perekam video digital menyimpan data dalam
format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis
kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.
Secara
umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :
1.
Baterai untuk catu daya
2.
Tempat kaset
3.
Tombol Zoom
4.
Tombol Recorder
5.
Port Output video / audio (bisa berupa analog
ataupun digital)
6.
Cincin Fokus
7.
Jendela preview (View Fender)
8.
Mikrofon
9.
Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal
DC Input
Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas
tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu
antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap,
edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih
banyak lagi.
Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat
dilakukan dengan lima cara:
1.
Bird Eye
View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
2. High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
3. Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
4. Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
5. Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan
pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat
bermacam-macam istilah antara lain:
1.
Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar
yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit
dari sepatu.
2. Big Close
Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
3. Close Up
(CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat
seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
4. Medium
Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari
dada keatas.
5. Medium
Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang
terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
6. Knee Shot
(KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
7. Full Shot
(FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
8. Long Shot
(LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh
objek terkena hingga latar belakang objek.
9. Medium
Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya
terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka
tampak dari kepala sampai lutut.
10. Extreme
Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan
objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi
objek tersebut terhadap lingkungannya.
- One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
- Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
- Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
- Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.
- One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
- Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
- Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
- Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.
11. Gerakan
kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan
dengan istilah-istilah sebagai berikut:
12. Zoom In/
Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan
tombol zooming yang ada di kamera.
13. Panning :
gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
14. Tilting :
gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt
down jika kamera mengangguk.
15. Dolly :
kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak
maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
16. Follow :
gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
17. Crane
shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.
18. Fading :
pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika
19. gambar
menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara
bersamaan.
20. Framing :
objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out
jika keluar bingkai.
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
21. Objek
bergerak sejajar dengan kamera.
22. Walk In :
Objek bergerak mendekati kamera.
23. Walk Away
: Objek bergerak menjauhi kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
24. Backlight
Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari
belakang.
25. Reflection
Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari
cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
26. Door
Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam
ruangan.
27. Artificial
Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera
sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
28. Jaws
Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
29. Framing
with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan
sehingga ada kesan indah.
30. The
Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan
sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
31. Tripod
Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke
objek lain secara cepat.
32. Artificial
Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih
dramatik.
33. Fast Road
Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
34. Walking
Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya
digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau
dikejar sesuatu.
35. Over
Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut
hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan
bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
36. Profil
Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari
samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan
orang kedua.
Ada
beragam cara untuk membuat hasil rekaman kamera video menjadi lebih
berkualitas, yakni:
- Jangan
Goyang
Saat mulai melakukan perekaman, usahakan posisi tangan dalam keadaan kokoh. Kamera yang bergoyang sangat mempengaruhi rekaman kamera video. Agar kamera tak bergoyang, gunakan bantuan penyangga seperti tripod atau monopod. Walaupun begitu berlatih memegang kamera dengan stabil harus tetap dilakukan, karena kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan tripod terus menerus. Bisa dibayangkan jika kita harus selalu membawa tripod dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya tripod digunakan untuk merekam obyek yang tidak bergerak dalam jangka waktu yang cukup lama. - Mengontrol
Zooming
Apabila obyek yang dibidik terlalu jauh, usahakan untuk memakai fasilitas zooming. Meski fasilitas pembesaran tersebut sangat mudah digunakan, focus obyek harus tetap terjaga. - Frame
Mulailah mengatur komposisi antara obyek bidikan, sehingga berada dalam satu frame yang bagus. Sebuah klip yang akan direkam bisa mempunyai komposisi yang baik apabila menggunakan teknik dasar komposisi. Pertama, komposis balance, dengan membayangkan garis horizontal dan vertical. Pertemuan garis tersebut adalah titik yang tepat untuk obyek bidikan. Namun, selain itu juga dapat menggunakan komposisi yang tak biasa untuk menghasilkan efek-efek tertentu. Misalnya masalah overscan yang biasanya memotong sinyal video dan mengaburkan obyek bidikan. Sebisa mungkin aturlah ruang kosong di atas frame ketika merekam obyek. - Kontinuitas
Saat merekam, sebaiknya kita juga memikirkan jalan cerita video tersebut, agar klip memungkinkan untuk dipotong pada saat editing. Usahakan merekam satu obyek dari beragam angel atau sudut pandang. Kita bisa menggabungkan rekaman video close-up, rekaman pendek, dan wide-angel. Yang terpenting, pastikan antara satu frame dengan frame berikutnya memiliki keterkaitan. Misalnya saja, ketika kita merekam di area terbuka, maka usahakan agar pencahayaan di atur sama. - Background-Foreground
Sangat penting untuk menempatkan obyek bidikan berada dalam posisi yang nyaman dilihat di dalam sebuah frame. Pastikan foreground dan background tidak saling membuat pandangan bias. Bidiklah obyek tertentu dengan latar belakang yang kosong. Apabila background berupa suasana di pusat perbelanjaan, maka penonton tidak lagi di focus obyek utama tersebut. Hindari juga memakai background yang intrusif. Misalnya menempatkan obyek di depan pohon, sehingga kelihatan pohon tersebut tumbuh di kepalanya. Prinsip serupa bisa diterapkan untuk foreground. Pastikan tidak ada orang yang melintas di depan kamera saat anda sedang membidik obyek tertentu.
Belajar HTML, Modul Dasar Cara Membuat Kode HTML
10.35 |
Belajar HTML sebernarnya diperlukan kalau kita ingin terjun di dunia online, misalnya bisnis online karena sedikit banyak akan menuntut kemampuan kita dalam mengedit kode - kode HTML. Walaupun kita menggunakan blog engine seperti Wordpress yang mempunyai plugin - plugin yang lengkap, namun sering ditemui kita harus mengedit sidebar, menempatkan kode HTML, mengedit kode warna HTML, menempatkan tabel dan banyak kasus lainnya kita harus menguasai dasar - dasar kode atau script HTML.
struktur kode HTML yang harus selalu ada di setiap halaman situs adalah:
<html>
<head>
<title>Tulis Judul Anda di Sini</title>
<meta name="description" content="tulis deskripsi/penjelasan singkat situs anda di sini">
<meta name="keyword" content="tulis kata kunci halaman anda di sini">
</head>
<body>
Di sini adalah konten / isi halaman anda
</body>
</html>
Latihan 1. Belajar membuat halaman sederhana dengan kode HTML
Sebagai bahan untuk belajar HTML, sekarang buka program Notepad anda. Caranya klik " start " pilih program, cari program Notepad, jika sudah anda buka kemudian tuliskan kode - kode HTML di bawah ini :
<html>
<head>
<title>Modul Belajar HTML</title>
<meta name="description" content="Modul belajar HTML untuk pemula">
<meta name="keyword" content="modul html,belajar html">
</head>
<body>
Modul HTML ini berisi latihan - latihan sederhana untuk beljar membuat sebuah halaman website agar dapat online di internet. Bagi anda yang masih pemula sebaiknya mengikutinya dengan memparaktekkan secara langsung agar lebih mudah dalam memahami setiap variasi kode - kode HTML.
</body>
</html>
Setelah selesai menuliskan kode - kode HTML di atas kemudian anda simpan. Caranya : klik " file " kemudian pilih " save as " tentukan lokasi penyimpanan, misalnya pada folder " latihan " di " my document " , pada " file name " tulis nama file misalnya " latihan1.html " pada save as type isikan " all file " kemudian klik " save ".
Untuk mengetahui hasilnya pada browser, caranya sebagai berikut :
Cari file " latihan1.html " yang anda simpan pada folder " latihan " di " my document " , setelah ketemu kemudian klik kanan, pilih " open with " lalu pilih browsernya misalnya " internet explorer " maka hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini :
DENGAN LANGKAH - LANGKAH SEPERTI DI ATAS COBA ANDA PRAKTEKKAN LATIHAN - LATIHAN SELANJUTNYA
Latihan 2. Belajar membuat link atau tautan dengan kode HTML :
misalnya : kata yang terlihat dalam link ( ancor text ) adalah "cara membuat website"
sedangkan alamat/URL dari halaman yang dituju tersebut adalah http://edyutomo.com/internet-dan-komputer/cara-membuat-website
maka kode HTML nya adalah :
<a href="http://edyutomo.com/internet-dan-komputer/cara-membuat-website">cara membuat website</a>
hasilnya adalah cara membuat website
Latihan 3. Belajar kode warna HTML untuk mengedit warna teks :
<font color="red">kata yang diedit</font>, ini akan mengubah warna teks menjadi merah.
Lihat contoh berikut ini :
<font color="red">Modul HTML</font> ini berisi latihan - latihan.....
hasilnya akan tampak sebagai berikut :
Latihan 4. Kombinasi kode warna HTML, paragraf baru, ukuran huruf dan jenis huruf :
<p align="left"><font face="arial" size="6" color="red">kata yang diedit</font></p>
ini akan membuat paragraf menjadi rata kiri, dengan jenis huruf arial, ukuran 6 dan warna teks menjadi merah.
Lalu bagaimana untuk membuat warna menjadi warna campuran, ah... itu gampang. Caranya anda buka photoshop, lihat gambar di bawah :
klik kotak merah yang saya lingkari, kemudian akan muncul kotak dialog color picker, lalu cari warna yang anda inginkan, lalu copy code warna yang ada di bawah ( saya tandai ), setelah itu anda paste pada kode warna HTML untuk mengedit warna.
Contoh : color="#ed260b"
mudah - mudahan jelas ya.
Kode HTML lainnya :
<p>isi paragraf</p> , untuk membuat paragraf baru
<br>isi kalimat</br> , untuk membuat baris baru
<b>kata/kalimat</b> , untuk membuat teks tebal
<i>kata/kalimat</i> , untuk membuat kata miring
<u>kata/kalimat</u> , untuk membuat garis bawah
Latihan 5. Belajar cara menyisipkan gambar dengan kode HTML :
Sebelum kita menyisipkan gambar, terlebih dahulu kita harus mengupload foto atau gambar untuk mendapatkan link dari gambar tersebut untuk keperluan menyisipkan gambar yang telah kita tentukan. Lihat cara upload foto atau gambar.
sebagai contoh saya telah mengupload gambar pada situs image hosting http://photobucket.com, sehingga saya mendapatkan url link gambar seperti berikut ini :
http://i1095.photobucket.com/albums/i480/satujambi/contoh1.gif
Sebagai contoh, lihat ilustrasi contoh penerapan kode HTML di bawah ini :
<p>di bawah ini adalah contoh gambar :</p>
<img src="http://i1095.photobucket.com/albums/i480/satujambi/contoh1.gif">
hasil dari penullisan kode HTML adalah sebagai berikut :
Latihan 6. Belajar kode HTML untuk menyisipkan link pada gambar
Sebagai contoh, berdasarkan gambar di atas, kita akan menyisipkan link menuju halaman http://edyutomo.com/anak-dan-balita/kumpulan-puisi-anak, maka kode HTML yang perlu dibuat adalah sebagai berikut :
<a href="http://edyutomo.com/anak-dan-balita/kumpulan-puisi-anak"><img src="http://i1095.photobucket.com/albums/i480/satujambi/contoh1.gif"></a>
Hasilnya akan menjadi sebagai berikut :
Coba anda klik gambar di atas, pasti akan terbuka halaman yang dituju. Selamat anda sudah dapat membuat link pada gambar.
Langganan:
Postingan (Atom)




